Dasardasar Jurnalistik Televisi: Panduan Praktis Memahami Teknik-Teknik Reportase dan Menulis Naskah Berita untuk Media Televisi January 2015 Publisher: Deepublish Yogyakarta TeknikReportase Jurnalistik adalah cara atau metode wartawan dalam mengumpulkan (collecting, gathering) atau memburu (hunting) bahan berita untuk ditulis dan dipublikasikan di media tempatnya bekerja.Written by Romeltea. DALAM konteks definisi jurnalistik, Teknik Reportase merupakan tahap pertama sebelum penulisan (writing), penyuntingan (editing), dan publikasi/penyebarluasan (publishing ContohNaskah Reportase. Yah terima kasih Gita distudio. Pemirsa berjumpa lagi dengan saya Risalatul Khoirotunisa. Saya disini akan menyampaikan berita tentang " Terbakarnya Bus Akas". Pemisa saat ini saya sedang berada tepat di area terminal Genteng, Banyuwangi. Di sini terlihat sebuah bus transjakarta yang terbakar hangus, sesaat akan Setiapkata-kata yang keluar merupakan hasil dari sebuah naskah, pembicara melupakan tugasnya yang utama yaitu melakukan kontakmata dengan pendengar. Jadi dapat dikatakan pembicara bukan menyampaikan pidato, tetapi membacakan naskah pidato. 3. Presentasi Hafalan (Memoriter) Jenis presentasi yang dilakukan menghapal dari teks yang telah disediakan. 5Apa peranannya sehingga ia layak dibuatkan biografi. Nilai yang terkandung dalam kutipan teks biografi tersebut adalah. Dalam masa jabatannya yang singkat BJ Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang-undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan QKYIF. Teks tersebut tergolong ke dalam jenis laporan karena...... a. Banyak menyajikan faktab. Mengemukakan alasan c. Menggunakan pendapat d. Bertujuan membujuk orang laine. Adanya fakta dan pendapat ​ Jawabana. banyak menyajikan fakta - Reportase merupakan salah satu teknik peliputan berita. Ada tiga jenis tahapan reportase, yaitu reportase dasar, reportase madya, dan reportase lanjutan atau mendalam. Sebagai salah satu kegiatan jurnalistik, reportase dilakukan guna mencari dan mengumpulkan fakta, untuk selanjutnya disusun menjadi sebuah pemberitaan yang reportase Reportase berasal dari kata report’ dalam bahasa Inggris, yang artinya melaporkan atau memberitakan. Menurut Heni Suryani dalam buku Cara Praktis Reporter Pemula Memburu Berita 2020, reportase adalah proses pelaporan sebuah berita atau kegiatan peliputan berita, serta pengumpulan fakta mengenai unsur berita dari berbagai sumber atau narasumber, yang kemudian disusun dan disajikan ke publik. Reportase juga bisa diartikan sebagai kegiatan jurnalistik, berupa peliputan langsung sebuah peristiwa di lokasi juga Jurnalisme Investigasi Pengertian dan 5 Elemen Pentingnya 3 tahapan reportase Mengutip dari buku Menjadi Jurnalis Handal 2019 karya Ridwan Nuh, reportase memiliki tiga tahapan atau jenjang. Tiap tahapan tersebut punya teknik khas yang membedakannya satu sama lain. Reportase dasar Adalah teknik peliputan berita pada tahap dasar atau awal. Berita yang dihasilkan dari reportase dasar berupa straight news atau berita langsung. Ciri berita straight news adalah singkat biasanya tersusun dari dua hingga enam alinea, bersifat padat, langsung kepada inti persoalan, serta mengandung unsur 5W+1H What, Why, Who, When, Where, dan How. Reportase madya Dibanding reportase dasar, reportase madya sifatnya lebih kompleks. Karena cakupan informasinya jauh lebih luas dan banyak. Reportase madya adalah teknik reportase yang jangkauannya lebih luas daripada berita straight news. Reportase madya akan menghasilkan berita feature yang lebih berfokus pada sisi human interest. MODULTeknik Reportase & WawancaraOleh Rahmadya Putra Nugraha, BahasanNaskah Reportase & Naskah WawancaraTujuan dan Instruksional KhususDengan memperoleh materi ini, mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami tentang Peranan Komunikator, Reportase, & Pewawancara.​Naskah ReportaseReportase adalah laporan pandangan mata, baik langsung maupun tunda, dari lokasi peristiwa. Di sini, reporter selain melaporkan apa yang dilihat di lapangan, juga memberikan tambahan informasi yang ada relevansinya dengan peristiwa yang sedang berlangsung, misalnya -Latar belakang peristiwa-Dalam rangka apa peristiwa diadakan-Hal serupa kapan pernah diadakan, dan lain-lainSifat reportase adalah sistematis dan reportase berbentuk pointers yang berisi hal-hal penting saja dan yang ada kaitan dengan apa yang dilaporkan. Reporter melakukan kombinasi apa yang dilihat dengan referensi lain yang relevan, yang sudah dicatat dalam bentuk prosesnya, reporter dituntut memiliki keterampilan dalam melaporkan, dan keterampilan ini hanya dapat diperoleh melalui pengalaman. Semakin banyak melakukan reportase, seorang reporter akan semakin matang dalam melakukan reportase langsung di dan berita berbeda dalam teknik penyajian, yaitu teknik reportase dan teknik penyajian berita. Sekalipun demikian, baik reportase maupun berita, keduanya merupakan karya berfungsi menjelaskan atau melaporkan apa yang dilihat di lokasi kejadian, sedangkan berita berfungsi menginformasikan fakta yang timbul sebagai akibat adanya suatu peristiwa dan atau pendapat. Dengan demikian, reportase memiliki fungsi lebih luas, yaitu selain menginformasikan, juga menjelaskan, sedangkan berita hanya menginformasikan meliput peristiwa, penting diperhatikan Etik Jurnalistik atau Kode Etik Wartawan Indonesia KEWI Doctrine Doktrin kejujuran yang mengajarkan, mendapatkan berita yang benar lebih penting daripada menjadi wartwan pertama yang menyiarkan atau both side/news balance, yakni perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi objek berita, dengan meliput semua atau kedua belah pihak yang terlibat dalam sebuah dan ricek, yakni meneliti kebenaran sebuah fakta atau data beberapa kali sebelum reportase adalah sebagai berikut peristiwa dan jalan ricek, jalan sudut sudut lead atau introMenurut keluasan informasi yang diberikan reportase dibagi menjadi 3 tiga1. ​Reportase Dasar straight news2.​Reportase Madya news feature3. ​Reportase Lanjutan news analysisTiga kegiatan jurnalistik diatas ibarat sebuah rumah. Reportase Dasar mutlak dipakai dalam Reportase Madya serta Reportase Lanjutan. Tetapi tidak demikian sebaliknya. Banyak teknik-teknik Reportase Lanjutan yang tidak perlu dipakai dalam Reportase Madya dan Reportase Dasar. Demikian juga halnya teknik Reportase Madya dalam Reportase pokok diantara ketiganya adalah cakupan informasi. Berita tidak lagi sekedar peristiwa langsung straight seperti pada Reportase Dasar, tetapi sudah dilengkapi dengan sosok featured seperti dalam Reportase Madya karena lebih luas informasinya. Atau akan menjadi Reportase Lanjutan, jika Reportase Madya tersebut dilengkapi dengan analisa News analysis.Dalam penyajian berita televisi dengan sistem ROSS, reporter penyaji atau penyampai harus disebutkan, sebagai pertanggungjawaban isi naskah berita yang ROSS mempunyai beberapa makna, yaitu Reporter On the Spot and On the ScreenReporter berada di lokasi dan sewaktu menyajikan muncul di layar On the Spot and Off the ScreenReporter berada di lokasi dan sewaktu menyajikan tidak muncul di layar Off the Spot and On the ScreenReporter tidak berada di lokasi, tetapi dalam penyajian reporter muncul di layar Off the Spot and Off the ScreenReporter tidak berada di lokasi dan tidak muncul di layar InformasiTugas seorang reporter pada dasarnya adalah mengumpulkan informasi, yang membantu publik untuk memahami peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi kehidupan mereka. Penggalian informasi ini membawa sang reporter untuk melalui tiga lapisan atau tahapan peliputanLapisan pertama, adalah fakta-fakta permukaan. Seperti siaran pers, konferensi pers, rekaman pidato, dan sebagainya. Lapisan pertama ini adalah sumber bagi fakta-fakta, yang digunakan pada sebagian besar berita. Informasi ini digali dari bahan yang disediakan dan dikontrol oleh narasumber. Oleh karena itu, isinya mungkin masih sangat sepihak. Jika reporter hanya mengandalkan informasi lapisan pertama, perbedaan antara jurnalisme dan siaran pers humas menjadi sangat kedua, adalah upaya pelaporan yang dilakukan sendiri oleh si reporter. Di sini, sang reporter melakukan verifikasi, pelaporan investigatif, liputan atas peristiwa-peristiwa spontan, dan sebagainya. Di sini, peristiwa sudah bergerak di luar kontrol narasumber awal. Misalnya, ketika si reporter tidak mentah-mentah menelan begitu saja keterangan Humas PT. Lapindo Brantas, tetapi si reporter datang ke lokasi meluapnya lumpur, dan mewawancarai langsung para warga korban lumpur di Sidoarjo, Jawa ketiga, adalah interpretasi penafsiran dan analisis. Di sini si reporter menguraikan signifikansi atau arti penting suatu peristiwa, penyebab-penyebabnya, dan konsekuensinya. Publik tidak sekadar ingin tahu apa yang terjadi, tetapi mereka juga ingin tahu bagaimana dan mengapa peristiwa itu terjadi. Apa makna peristiwa itu bagi mereka, dan apa yang mungkin terjadi sesudahnya dampak susulan dari peristiwa tersebut.Seorang reporter harus selalu berusaha mengamati peristiwa secara langsung, ketimbang hanya mengandalkan pada sumber-sumber lain, yang kadang-kadang berusaha memanipulasi atau memanfaatkan pers. Salah satu taktik yang dilakukan narasumber adalah mengadakan media event, yakni suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk menarik perhatian pengecekan latar belakang, observasi langsung, dan langkah peliputan yang serius bisa memperkuat, dan kadang-kadang membenarkan bahan-bahan awal yang disediakan Wawancara1. Definisi dan Tujuan WawancaraWawancara bahasa Inggris interview merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang Bentuk WawancaraAdapun bentuk wawancara dibagi menjadi beberapa macam, yaknia. Wawancara Berita, dilakukan untuk mencari bahan Wawancara Petunjuk umum, dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih Wawancara Telepon, yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat Wawancara Pribadi, dilakukan secara Wawancara dengan banyak orang, dilakukan ditempat Wawancara Impromtu, wawancara dadakan / mendesak .g. Wawancara Kelompok, di mana serombongan wartawan mewawancarai seorang,pejabat, seniman, olahragawan dan Komponen yang menunjang wawancaraDalam wawancara, keberhasilan akan dicapai apabila terdapat komponen di bawah inia. adanya pewawancarab. adanya yang diwawancaraic. adanya masalahd. adanya tujuane. adanya alat sebagai media, dan lain Pokok-pokok Pertanyaan dalam WawancaraPokok-pokok ini dikenal dengan istilah 5W +1H, yaitua. what apa,b. where di mana,c. when kapan,d. why mengapa,e. who siapa,f. how bagaimana/berapa5. Menulis Dialog wawancaraDalam menulis dialog wawancara, dialog harus ditulis dengan tipe penulisan kalimat langsung. Untuk mempermudahkan sistematika penulisan naskah teks wawancara secara umum, perhatikan TRIK LEBAH di bawah ini!Nama Berisi nama tokoh yang berdialog;Tanda titik dua tanda ini dipergunakan dalam naskah dialog;Tanda petik awal “... tanda ini dipergunakan untuk mengapit dialog percakapan;Dialog Percakapan ditulis dengan diawali huruf kapital padahuruf pertama;Tanda baca Tanda baca disesuaikan dengan jenis kalimat percakapannya;Tanda petik akhir …” tanda ini dipergunakan untuk menutup “Apa pendapat bapak tentang kebersihan lingkungan?”Ditinjau dari struktur wawancaranya, wawancara dikelompokkan menjadi 3 oWawancara tidak berstruktur, tidak berstandard, informal, atau berfokus​Wawancara ini biasanya diikuti oleh suatu kata kunci, agenda atau daftar topik yang akan dicakup dalam wawancara. Namun tidak ada pertanyaan yang ditetapkan sebelumnya kecuali dalam wawancara yang awal sekali.​Jenis wawancara ini bersifat fleksibel dan memungkinkan peneliti mengikuti minat dan pemikiran partisipan. Pewawancara dengan bebas menanyakan berbagai pertanyaan kepada partisipan dalam urutan manapun bergantung pada jawaban. Hal ini dapat ditindaklanjuti, tetapi peneliti juga mempunyai agenda sendiri yaitu tujuan penelitian yang dimiliki dalam pikirannya dan isyu tertentu yang akan digali. Namun pengarahan dan pengendalian wawancara oleh peneliti sifatnya minimal. Umumnya, ada perbedaan hasil wawancara pada tiap partisipan, tetapi dari yang awal biasanya dapat dilihat pola tertentu. Partisipan bebas menjawab, baik isi maupun panjang pendeknya paparan, sehingga dapat diperoleh informasi yang sangat dalam dan rinci.​Wawancara jenis ini terutama cocok bila peneliti mewawancarai partispan lebih dari satu kali. Wawancara ini menghasilkan data yang paling kaya, tetapi juga memiliki dross rate paling tinggi, terutama apabila pewawancaranya tidak berpengalaman. Dross rate adalah jumlah materi atau informasi yang tidak berguna dalam Semi Berstruktur​Wawancara ini dimulai dari isu yang dicakup dalam pedoman wawancara. Pedoman wawancara bukanlah jadwal seperti dalam penelitian kuantitatif. Sekuensi pertanyaan tidaklah sama pada tiap partisipan bergantung pada proses wawancara dan jawaban tiap individu. Namun pedoman wawancara menjamin bahwa peneliti mengumpulkan jenis data yang sama dari para partisipan. Peneliti dapat menghemat waktu melalui cara ini. Dross rate lebih rendah daripada wawancara tidak berstruktur. Peneliti dapat mengembangkan pertanyaan dan memutuskan sendiri mana isyu yang dimunculkan.​Pedoman wawancara berfokus pada subyek area tertentu yang diteliti, tetapi dapat direvisi setelah wawancara karena ide yang baru muncul belakangan. Walaupun pewawancara bertujuan mendapatkan perspektif partisipan, mereka harus ingat bahwa mereka perlu mengendalikan diri sehingga tujuan penelitian dapat dicapai dan topik penelitian berstruktur atau berstandard​Peneliti kualitatif jarang sekali menggunakan jenis wawancara ini. Beberapa keterbatasan pada wawancara jenis ini membuat data yang diperoleh tidak kaya. Jadwal wawancara berisi sejumlah pertanyaan yang telah direncanakan partisipan ditanyakan pertanyaan yang sama dengan urutan yang sama pula. Jenis wawancara ini menyerupai kuesioner survei yang tertulis. Wawancara ini menghemat waktu dan membatasi efek pewawancara bila sejumlah pewawancara yang berbeda terlibat dalam penelitian. Analisis data tampak lebih mudah sebagaimana jawaban yang dapat ditemukan dengan cepat. Umumnya, pengetahuan statistik penting dan berguna untuk menganalisis jenis wawancara ini. Namun jenis wawancara ini mengarahkan respon partisipan dan oleh karena itu tidak tepat digunakan pada pendekatan kualitatif. Wawancara berstruktur bisa berisi pertanyaan terbuka, namun peneliti harus diingatkan terhadap hal ini sebagai isyu metodologis yang akan mengacaukan dan akan jadi menyulitkan analisisnyaRahmadya Putra N., Pemberitaan yang disajikan dengan paparan lengkap interpretatif tentang suatu fakta dari peristiwa yang dilihat langsung. Dalam pengertian yang lain, reportase dapat juga diartikan sebagai pemberitaan hasil penyelidikan investigasi setelah sebelumnya dilakukan pengkajian seluruh fakta yang dilengkapi dengan latar belakang terjadinya peristiwa itu. Istilah reportase berasal dari bahasa Latin reportare sesuatu yang dibawa pulang dari tempat lain. Orang yang melakukan reportase disebut reporter. Dalam kegiatan pemberitaan, hal ini dapat berarti seorang reporter yang membawa laporan peristiwa dari suatu tempat kejadian. Contoh 1 Malam Peresmian Acara “Baduy Kembali” JAKARTA– Acara peresmian pameran budaya yang bertema “Baduy Kembali” dilaksanakan malam hari, pukul WIB, bertempat di Jalan Palmerah Selatan 17, Jakarta, Indonesia 6/4. “Dalam pameran ini Bentara Budaya bekerjasama dengan kebetulan mempunyai program mengangkat Baduy dan kita mensupport, karena Bentara Budaya mensupport semua yang menyangkut keberagaman budaya,” ujar Paulina Dinarti Tisti sebagai Manager Bentara Budaya Jakarta. Peresmian acara dimeriahkan dengan konser “Membaca Baduy” Bersama Jodhi Yudono dan Tlaga Swarna. Sebagai pembukaan acara dimulai dengan ketukan alunan alat musik angkluk dimainkan oleh Frans Sartono sebagi General Manager Bentara Budaya. Selanjutnya, pembukaan acara tersebut menampilkan sosok masyarakat Baduy seperti Arsin seorang pegiat literasi, Misnah wanita yang berprofesi sebagai penenun dan Kasudin pemimpin rombongan alat musik angklung. Enam belas warga Baduy unjuk kebolehan dengan memainkan alat musik angklung diiringi lagu berbahasa sunda dengan mengelilingi -area selama tujuh kali. Memainkan alat musik angklung dianggap sacral karena kerap dihadirkan untuk menyambut moment penanaman padi agar panennya menjadi berkah dan melimpah. “Diharapkan dengan acara ini, kita akan semakin mencintai Baduy yang menjadikan Indonesia memiliki warna dalam keberagaman,” ujar General Manager Bentara Budaya, Frans Sartono dalam pidatonya sebagai pembukaa acara di Gedung Bentara Budaya, Jakarta 6/4. Dalam acara malam tersebut, terdapat sebuah pameran-pameran yang berasal dari suku Baduy seperti, perkakas rumah tangga, alat pertanian, lukisan-lukisan, pakaian adat dan kerajinan Suku Baduy. Dalam pameran tersebut pengunjung dapat melihat langsung alat-alat yang biasa digunakan oleh Suku Baduy. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan ilmu pengetahuan akademi maupun non-akademi mengenai Suku Baduy. Baduy Dalam termasuk kelompok yang masih sangat memegang teguh adat istiadat seperti masih menerapkan isolasi dari dunia luar tidak menggunakan peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Baduy Luar lebih luwes dengan aturan seperti memperbolehkan masyarakatnya menggunakan peralatan modern, bahkan boleh berkendara bila ingin pergi ke kota. Perubahan budaya karena derasnya modernisasi terkadang dirasa menghilangkan kekhasan dan kesakralan suatu budaya. “Harapannya bagaimana bisa menghadapi moderenisasi tapi tanpa kehilangan identitas. Itulah yang tidak mudah yang seringkali moderenisasinya kehilangan, jangan sampai identitas hilang, karena itu adalah bagian kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Andi Budiman, Kompas Gramedia Digital Group. Contoh 2 Seminar Literasi Media DEPOK – Olimpiade Politeknik 2017 menyelenggarakan Seminar Literasi Media dengan tema “Cerdas Memilih Tontonan Berkualitas” di Gedung Serba Guna GSG Politeknik Negeri Jakarta pada Kamis 16/2. Seminar dihadiri oleh Direktorat Politeknik Negeri Jakarta, Abdilah, serta Ketua BEM PNJ Periode 2016/2017, Fikri Azmi, dalam memberikan sambutannya. Narasumber dalam seminar tersebut yaitu Miftahoel Huda R&D Manager Global TV, Adil Quarta Anggoro Ketua KPID Jakarta, Apreyvita Global TV dan Drs. Djony Herfan, M. IKom sebagai moderator. Dalam pemateri yang di sampaikan oleh Ketua KPID Jakarta, Adil Quarta Anggoro menyatakan bahwa panduan dalam memilih tayangan yang baik yaitu harus 4 Sehat 5 sempurna yang mengandung informasi, ekonomi, kebudayaan, control, perekat sosial, hiburan dan pendidikan. Namun kini racun di media adalah ponografi yang berbahaya karena di sebar luaskan di media, dan sebagai penonton, kita tidak hanya menonton saja tetapi memberikan kritikan dan tanggapan. Seminar ini merupakan penyelenggaraan pra-event dari Olimpiade Politeknik 2017. Peserta seminar meliputi mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta dan mahasiswa lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan informasi terkini mengenai berbagai perkembangan media televisi dalam menampilkan sebuah tayangan acara dan penyampaian informasi melalui media cetak maupun online. Pelaksanaan seminar ini sendiri diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam memilih tayangan dan informasi yang didapatkan melalui media massa. Tidak hanya mahasiswa, khususnya mengguna media massa yang lebih cerdas lagi dalam menerima dan mencari sebuah informasi yang berkualitas. Contoh 3 Mahasiswa Merasa tidak Nyaman dengan Pelayanan Fasilitas Bus Politeknik Bipol DEPOK , – Ketidaklayakan beberapa bus Politeknik bipol dan jadwal jam operasional bus yang tidak sesuai dengan ketentuannya membuat mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta PNJ merasakan ketidaknyamanan dalam menggunakan pelayanan bus Politeknik. Seringkali mahasiswa merasakan ketidaknyamanan saat menggunakan transportasi bipol yang lama, mereka harus rela berdesak-desakan untuk naik demi mendapatkan tempat. Sehingga kapasitas penampung bipol terpenuhi, hingga di luar pintu bipol, mahasiswa harus berpegangan kuat agar tidak jatuh. Ketidaklayakan bipol lama tersebut masih dipertanyakan oleh mahasiswa dan supir bipol sendiri. Sebab pengajuan kembali armada bipol baru pun belum terpenuhi oleh struktural direktorat PNJ. “Saya sudah mencoba untuk mengajukan agar adanya penambahan armada bis, tetapi untuk mendapatkan persetujuan dari pihak atasannya sulit, mungkin ada beberapa hal yang membuat pengajuan itu tidak disetujui seperti anggaran dana yang kurang, karena tidak hanya fasilitas bis saja yang tidak memadai tetapi banyak pula fasilitas lain yang perlu diperbaiki dan membutuhkan dana yang lumayan”, ujar Pak Widodo petugas Bagian Rumah Tangga Direktorat PNJ. Politeknik Negeri Jakarta memiliki 5 armada bis Politeknik, diantaranya 2 bus baru, 2 bus lama, dan 1 bus hino. Kurangnya armada yang dimiliki tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa PNJ. Kondisi fisik 2 bus lama yang dapat dikatakan sudah tidak layak pakai, namun masih dipakai sebab mesin masih bisa dijalankan. Sedangkan untuk 2 bus baru tidak dapat menampung massa yang banyak dan untuk 1 bus hino hanya digunakan untuk dosen jika ada kunjungan ke suatu tempat. Keterlambatan jam operasional bipol dalam penjemputan mahasiswa, berdampak juga pada jadwal perkuliahan mahasiswa, sehingga mahasiswa terlambat masuk kelas dan tertinggal beberapa materi perkuliahan. Armada bipol yang kurang membuat mahasiswa harus menunggu lama, sehingga banyak dari mahasiswa PNJ yang menunggu di stasiun Universitas Indonesia UI dan stasiun pocin lebih memilih menggunakan transportasi bus kuning Universitas Indonesia. Namun tidak sedikit juga mahasiswa PNJ yang tetap menunggu kedatangan transportasi bipol, dengan alasan agar tidak perlu jalan lagi ke dalam PNJ. Dua pekan terakhir ini terdengar isu di Politeknik Negeri Jakarta terkait adanya salah satu supir bis kuning bikun Universitas Indonesia yang tidak berhenti di halte PNJ sebagaimana mestinya. Sehingga banyak laporan dari mahasiswa PNJ yang mengaku kecewa dan dirugikan atas kejadian tersebut. Namun, untuk masalah tersebut, telah dibicarakan oleh pihak PNJ bagian rumah tangga dengan pihak UI bagian pengurus fasilitas umum. Pelayanan fasilitas transportasi PNJ tentunya belum dirasakan senyaman mungkin oleh mahasiswa. Kondisi fisik beberapa bipol yang kurang layak serta jam operasional bipol yang belum tepat waktu menjadi salah satu masalah pengguna bipol bagi mahasiswa PNJ. Dan usaha untuk pengajuan penambahan armada bipol telah dilakukan oleh pengurus bagian rumah tangga direktorat PNJ. “Untuk harapan pastinya yang pertama saya berharap PNJ bisa membeli bis yang baru minimal 3 bis, karena 2 bis sudah rusak dan sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru agar memenuhi standar kelayakan bis. Lalu kedua, adanya penambahan driver dan yang terakhir dibuatnya jalur khusus untuk bis agar kemacetan berkurang sehingga para mahasiswa akan cepat terangkut. Sedangkan untuk mahasiswa diharapkan bisa lebih tertib saat menaiki bis apalagi saat bis sedang berjalan, dan diharapkan untuk seluruh mahasiswa agar tidak merusak fasilitas yang ada’, ujar ujar Pak Widodo petugas Bagian Rumah Tangga Direktorat PNJ. Berikut diatas merupakan contoh berita reportase yang dibuat penulis. Semoga bermanfaat. Mengapa teks laporan juga disebut teks klasifikasi?Jawaban PendahuluanTeks laporan hasil observasi adalah suatu teks yang berisi penjelasan umum tentang suatu hal yang disusun dengan berdasar pada hasil pengamatan berupa fakta. Teks laporan ini juga bisa diartikan sebagai teks yang fungsinya adalah untuk menjelaskan suatu objek pun fenomena dengan berdasarkan pada fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan atau observasiPembahasanTeks laporan hasil observasi ini disebut juga dengan TEKS KLASIFIKASI. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena teks laporan tersebut memuat klasifikasi tentang jenis-jenis suatu hal dengan berdasar pada sejumlah kriteria tertentu. Memang, struktur dari teks laporan ini adalah pernyataan umum atau KLASIFIKASI, yakni bagian pembuka yang salah satu isinya adalah pengklasifikasian objek yang dilaporkan. Struktur lainnya adalah anggota atau aspek yang lain dari teks laporan ini adalah definisi umum, definisi bagian, definisi manfaat dan laporan disebut juga teks klasifikasi karena di dalamnya termuat klasifikasi objek atau fenomena yang dilaporkan dengan berdasar pada hal-hal lebih lanjut1. Materi tentang teks laporan Materi tentang contoh teks laporan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •Detil JawabanKode 1 SMAMapel Bahasa IndonesiaBab Laporan Hasil ObservasiKata Kunci Teks, Klasifikasi, Objek, Fenomena, Tugas Bahasa

tergolong apakah naskah teks reportase